Yamaha Byson Engine is Higher then V-ixion
The steet figher motor from Yamaha is coming. The name is Yamaha Byson.
The Byson powered by engine 149,99 cc and it's 153cc higer than V-ixion.
The street fighter motor uses carburetor instead of injection like V-ixion machine.
tag: Yamaha Byson cc, Motor Yamaha
Saturday, December 5, 2009
Yamaha Byson Engine is Higher then V-ixion
Yamaha Byson, Motor Sport, To Produce in Indonesia
Motor Sport Baru Yamaha Bernama Viper?

Sosok motor sport baru Yamaha, yang di India berkode FZ16, beberapa kali menampakkan diri di jalanan seputar Jakarta-Depok-Bogor. Publik penggemar motor sport pun bertanya-tanya,”Kapan diluncurkan? Apa nama motornya?”.
Kabar yang berhembus di dunia maya menyebut sebuah nama:Byson. Tapi nama itu pelan-pelan sirna. Soalnya, tak ada konfirmasi pasti dari petinggi Yamaha Indonesia, soal peluncuran dan nama produk.
Terkait itu, ketika iseng baca-baca di sini, saya tersenyum geli. Di sana tertulis jika motor sport baru Yamaha bernama Viper.
“Dari hasil penelusuran kami, ternyata motor berkapasitas mesin 149,8 cc itu akan diberi nama Yamaha Viper.”
Lalu apa rujukannya? Si penulis mengutip situs Tanda Pendaftaran Tipe Kendaraan Bermotor (TPT) online Departemen Perindustrian.
“Dari data Departemen Perindustrian (Depperin), Tanda Pendaftaran Tipe Kendaraan Bermotor (TPT) bernomor 77/IATT/TPT/1/2007 menunjukkan bahwa produk baru merek motor berlambang garpu tala itu dilabeli kode FZ150 dengan nama Viper. Bahkan, masih dari data Depperin, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) telah mengantongi izin untuk memproduksi sebanyak 25.700 unit.”
Walah, itu khan data uzur. Data itu dibuat sewaktu V-ixion a.k.a Viper sedang dalam proses produksi pada 2007. Lagi pula FZ16 yang diklaim si media sebagai Viper itu baru diluncurkan di India pada September 2008. Silakan longok data TPT online di sini.
Lha aneh bukan? Saya kira media yang bersangkutan agak sembrono dalam mengutip data. Bukankah Dyonisus Beti, Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), dalam berita itu memberi penegasan seperti ini :
“Maaf mengenai model baru, sebelum launching resmi, saya tak boleh komentar. Dengan regulasi Yamaha, apalagi sebagai pemimpin perusahaan, saya harus menaati role. Takutnya dianggap menyebarkan berita yang belum terjadi dan memengaruhi penjualan kompetitior. Ini juga bisa membuat dealer dan konsumen confuse (bingung).”
Lha wong Pak Dion aja belum ngasih tahu, masa ngotot ngasih nama Viper? Weleh, tumpengan kok maksa si tuan rumah. Suka-suka tuan rumah dong! Mau ngasih nama Kebo, Jaran, Mahesa, ya terserah yang empunya bayi.
Jauh sebelumnya, secara pribadi, melalui sms, saya juga menanyakan keberadaan FZ16 ini ke Pak Dion. Jawabannya selalu sama,”Maaf kami belum bisa memberi tahu sampai waktunya.”
Oleh sebab itulah, saya agak malas memposting soal FZ16 di blog ini. Biarlah yang lain saja yang membahasnya dari sisi yang beraneka rupa.

Memang persaingan antar media on-line saat ini demikian ketat. Seolah mirip MotoGP, siapa duluan dia (dianggap) menang. Padahal belum tentu begitu. Yang diperlukan adalah kehati-hatian dalam mengolah informasi.
Prinsip ini berlaku juga bagi pewarta warga seperti narablog. Jangan asal telan info yang berseliweran di dunia maya. Saring dulu sumbernya, cek ulang data yang didapat, kalau bisa menghubungi narasumber silakan dikontak untuk konfirmasi.
Jika data yang didapat masih minim, menurut saya, sebaiknya jangan diunggah dulu. Kalau toh sudah kebelet, hindari judul tulisan dan konten yang men”judgement”.
Lho saya kok malah nulis soal adat istiadat menulis? Hehehehe….

Back to topik. Soal nama motor sport baru Yamaha berkode FZ16, itu, karena belum jelas betul namanya, saya memilih menunggu (sambil pasang penyadap). Kalaupun toh di hadapan saya sudah ada sosoknya, ya, untuk sementara dinikmati dulu bodinya yang bohay itu. Sambil ngelus-elus. Srrr….srr…..srrr…..
Motor Sport Yamaha Sulit Digoyah
PENJUALAN sepeda motor sport Yamaha terlalu tangguh digoyah pesaingnya. Sepanjang Januari-Oktober, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, menjual 176.624 unit motor sport. Angka penjualan itu menguasai 45,7% pasar domestik segmen sport.
Honda sebagai rival terdekat Yamaha, sepanjang 10 bulan 2009 mampu menguasai 38,8% pangsa pasar dengan penjualan 150.037 unit.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) menyebutkan, di posisi ketiga Kawasaki yang hanya mampu menjual 37.201 unit dengan pangsa pasar 9,6%. Pada posisi buncit, Suzuki dengan penjualan 22.157 unit dan pangsa pasar 5,8%.
Sulit Goyah
Yamaha terbukti masih sulit digoyahkan di segmen sepeda motor sport. Seperti tag line-nya, Yamaha Selalu di Depan. Walau, hal itu bukan berarti tertutup kemungkinan para kompetitor menyalip bak di sirkuit MotoGP.
Penjualan Yamaha di lini motor sport, Januari-Oktober 2009 naik 37,9% dari 127.997 unit menjadi 176.624 unit. Bandingkan dengan Honda yang di Indonesia di ageni oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Penjualan Honda justru merosot 19,3% dari 185.938 unit menjadi 150.037 unit.
Kenapa demikian? Salah satu pemicunya adalah akibat penurunan penjualan Tiger 200 cast wheel (CW) yakni dari 51.025 unit, menjadi 40.113 unit. Selain tentunya, karena AHM tak lagi melego Tiger 200, padahal pada Januari-Oktober 2008, penjualan tipe ini mencapai 8.765 unit.
Sementara itu, Yamaha kian menancapkan kukunya lewat produk Yamaha Vixion. Bayangkan, dari 84.963 unit pada Januari-Oktober 2008 menjadi 155.808 unit pada periode sama 2009, alias naik 83,3%. Luarrr biassaa.
Terlepas dari mengkilapnya prestasi pembalap MotoGP yang disponsori Yamaha, Valentino Rossi yang akhirnya menjuarai MotoGP 2009 setelah memenangi 7 putaran. Penjualan motor sport Yamaha, khususnya Vixion, diduga memikat konsumen karena tampilan dan teknologi injeksinya. Dari segi harga, Vixion lebih murah dibandingkan Honda Tiger yang mencapai Rp 24,7 juta per unit, sedangkan Vixion sekitar Rp 20,5 juta. memang, dari segi kapasitas mesin, Vixion lebih rendah yakni hanya 150 cc, sedangkan Tiger CW 200 cc.
Di segmen yang mendekati, yakni Honda Megapro 160 cc, penjualan Honda masih cukup tinggi meski menurun. Motor yang dibanderol Rp 20,5 juta itu, sepanjang Januari-Oktober 2009 terjual 109.924 unit, turun 12,8% dibandingkan periode sama 2008 sebanyak 126.148 unit.
Di tengah rumors bakal dikeluarkannya model baru motor sport Yamaha maupun Honda, persaingan di segmen sport nampaknya masih cukup sengit.
Pemain lain di bisnis ini, Kawasaki, tergolong cukup kokoh. Pada sepuluh bulan 2009, Kawasaki terjual 37.201 unit, sedangkan periode sama 2008 sebanyak 23.016 unit, alias naik 61,6%. Sementara itu, Suzuki membukukan 22.157 unit, terpangkas 78,1% dibandingkan sepuluh bulan 2008 sebanyak 101.441unit.
Segmen sport memang kue paling kecil dari total bisnis sepeda motor di pasar domestik, hingga Oktober 2009, total penjualan sport 396.379 unit atau hanya 8,1% dari total pasar yang mencapai 4.753.690 unit.
Akankah hingga akhir 2009 Yamaha masih memimpin pasar sepeda motor sport? Kita lihat saja. (edo rusyanto)















